Categories
Rumah

Ide Desain Home Stay Untuk di Sewakan

Ide Desain Home Stay Untuk di Sewakan – BanGunan ini berfungsi sebagai homestay yang menyewakan ruang kamar untuk para pengunjung. Bangunannya tak luas, hanya 62 m². Lebar muka bangunan hanya 5 m. Dibandingkan massa bangunan rumah utama, homestay rumah opa ini begitu kecil. Terlebih, bangunan komersial ini berjeda jauh dengan jalan utama. alasan ini yang membuat Marnendez s. swandi merancang secondary skin yang unik di muka bangunan. Secondary skin dirancang serupa cabang pohon untuk mencuri perhatian dari tepi jalan. “Muka bangunan dibuat dari secondary skin yang acak dengan pertimbangan kalau dibikin polos pakai railing, kesannya sempit.

karena bagunan ini kan tipis kalau dilihat dari depan. Tapi kalau di sisi atas kita tempatkan massa yang punya volume, itu akan membantu bangunan nampak menonjol. Jadi kayak ada suatu benda yang yang keluar dari bangunan. ini kayak trik aja,”ungkap Marnendez. awalnya, di muka bangunan hanya ingin dipasang railing untuk menjaga keamanan tamu saat berada di balkon. namun bagi Marnendez, daripada berbentuk railing biasa, ia membuat secondary skin yang unik. Dari pemilihan material, arsitek salt Design studio ini memilih baja profil. keinginan pemilik untuk memperoleh bangunan yang minim perawatan menjadi alasan utama. Baja profil dianggap mampu menjawab permintaan pemilik. kuat, awet ,dan tahan terhadap terpaan cuaca. Perawatan rutin juga hanya pengecatan ulang untuk menghindari baja terkena korosi. kini, garis acak berwarna putih pun berhasil mencuri perhatian setiap orang yang memandang. seolah, ia mengundang para tamu untuk datang dan singgah di homestay yang nyaman. Homestay ini juga dilengkapi dengan genset untuk kenyamanan pengunjungnya. Genset yang di suppli dari distributor jual genset jakarta ini merupakan genset berkualitas dan bergaransi

Categories
News

IPO, Triniti Land Akan Lepas 15%-20% Saham

P T P e r i n t i s Tr i n i t i Properti (Triniti Land) berencana untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 15%-20% saham ke publik. Ditargetkan rencana ini akan rampung pada November tahun ini. Mini expose sendiri direncanakan pada Oktober dan menggunakan buku Juni 2018. Namun, manajemen masih enggan menyebutkan berapa kisaran dana yang diincar. CEO Triniti Land Ishak Chandra mengatakan, selain meraih dana segar, melalui IPO ini diharapkan brand perseroan dapat terbangun. “Kita mau bangun brand dari nama perusah a a n p e n g e m b a n g . Reputasi harus dijaga sebab kalau proyek akan habis. Lalu bagaimana mengembangkan sumber daya manusia yang profesional yang akan menjadi masa depan perusahaan ke depan, meningkatkan struktur permodalan, membenahi infrastruktur perusahaan, dan melakukan strategi partnership atau kolaborasi dalam mengembangkan bisnis properti,” ujarnya usai peletakan batu p e r t a m a C o l l i n s Apartment di Tangerang, Minggu (5/8).

Ishak sebelumnya berkarier di Sinarmas Land dengan jabatan terakhir CEO Strategic Development & Services. Ia melihat Triniti Land berhasil mengembangkan proyek-proyek sep e r t i B r o o k l y n Residence, Spring Water Residence, The Smith, Yu k a t a S u i t e s , d a n Collins Boulevard baik dari sisi penjualan maup u n p e m b a n g u n a n . Namun, secara nama Triniti belum banyak dikenal orang. Tiga Proyek Terkait ekspansi, perseroan saat ini tengah menyiapkan tiga proyek di luar Jabodetabek, salah satunya di Batam. Selain itu, perseroan juga ingin meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Founder Triniti Land Bong Chandra menuturkan, dana IPO rencananya akan digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek yang sudah berjalan saat ini dan untuk menambah lahan lewat kerja sama dengan pemilik tanah. Saat ini, total nilai proyek yang sedang digarap Triniti Land mencapai Rp 3 triliun. Adapun nilai aset perusahaan per semester I-2018 juga mencapai Rp 3 triliun.

Categories
News

Pemerintah Beri Shortcut Pajak Buat Industri yang Mendukung Vokasi

Pemerintah Beri Shortcut Pajak Buat Industri yang Mendukung Vokasi

Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, yakni Darmin Nasution mengungkapkan jika pemerintah memiliki rencana untuk memberikan tax deduction, istilahnya potongan pajak terhadap perusahaan yang banyak memberikan dukungan bagi program vokasi. Kebijakan ini dikeluarkan akhir bulan April bersamaan dengan aturan tentang Tax Holiday maupun aturan mengenai kemudahan perizinan.

Sumber : Gotax

Ada pun pengambilan keputusan untuk melaksanakan strategi ini karena pemerintah tengah dalam usaha untuk mempersiapkan SDM yang bisa bersaing di era industry mendatang. Mantan Gubernur dari Bank Indonesia pun turut mengakui jika sekarang ini SDM di Indonesia kalah saing dari SDM negara lainnya, maka dari itu kita perlu meningkatkan lagi dan lagi.

“Maka dari itu, kita butuh mengembankan vokasi. Mau jangka pendek atau jangka menengah ya vokasi, dapat dilakukan dalam 1 bulan, 1 tahun atau 3 tahun. Contohnya ada bidang yang awalnya kita kurang maka itu bisa diselesaikan dengan mudah melalui vokasi”.

Kontribusi perusahaan dalam pendidikan terutama pendidikan vokasi dapat dilakukan dengan melakukan berbagai cara, seperti menyumbang tenaga pengajar atau bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan.

Wacana Pengurangan Biaya Training

Menteri PPN/Kepala Bappenas yakni Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jika pemberian insentif bukanlah satu-satunya cara yang dapat mendorong perusahaan untuk membantu menjalankan program vokasi  karena masih ada hal lain yang bisa kita lakukan seperti menyadarkan kalangan industry sendiri termasuk pengusaha swasta bahwa jika mereka mau maka mereka dapat menerima anak vokasi untuk melakukan magang maupun untuk membantu para vokasi itu sehingga bisa menurunkan biaya untuk melakukan training. Karena biaya training masih menjadi salah satu sumber pengeluaran perusahaan yang tinggi.

Beliau mengatakan, jika selama ini perusahaan harus memberikan training pada pekerja baru padahal bila perusahaan melaksanakan program vokasi ini maka otomatis perusahaan telah menyiapkan SDM yang siap untuk bekerja tanpa perlu melalui training lagi pasca direkrut.

“Mengapa? Karena luusan sekolah masih perlu ditraining kembali, belum lagi cocok. Nah dengan divokasi sejak awal di bangku kuliah maupun sekolah maka pelatihan kerja mereka sudah mencakung di magang, dengan sendirinya perusahaan dapat melakukan seleksi siapa yang akan mereka pekerjaan tanpa perlu di training kembali, otomatis itu akan mengurangi biaya dan itu sendiri merupakan insentif secara tidak langsung” jelasnya.