Categories
News

Mengatasnamakan ’Atas Nama’ Bag2

Kalau kita ganti ”atas nama” dengan ”memakai nama” di situ, kita akan membacanya begini, ”memakai nama bangsa Indonesia/Soekarno-Hatta.” Aneh, bukan? Penjelasan dalam kamus ini sama sekali tak memuaskan. Padahal ini hanya satu contoh kasus, belum yang lain. Lagi pula teks ini adalah teks wajib yang diperdengarkan setiap tahun dan isinya terekam dengan baik di kepala banyak orang.

Jadi akan lebih masuk akal pula kalau kita dapat merasakan makna ”atas nama” yang tepat di dalamnya. Jadi apa makna tepatnya? Jika Anda menjawab ”mewakili”, saya sependapat. Tak akan janggal rasanya saat mengganti atas nama dengan ”mewakili” di situ. Bukankah Sukarno dan Hatta bermaksud mewakili bangsa Indonesia dalam menyatakan kemerdekaan? Ya, bukan berarti arti ini mutlak yang paling tepat.

Categories
Parenting

Sudah Siapkah Si Kecil Masuk TK? Bag2

Nantinya keterampilan motorik kasar dan halus akan dikembangkan lebih lanjut dalam pendidikan TK. Keterampilan motorik halus anak umumnya berkembang sejalan dengan pembelajaran yang diberikan di TK. Anak akan bisa menggunting, melipat, memilah warna, menempel, dan lain-lain.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Sementara itu, keterampilan motorik kasar anak akan lebih diarahkan agar anak mampu mengendalikan pergerakannya sendiri dengan seimbang dan lebih lentur. Satu lagi kesiapan fisik yang perlu diperhatikan, yakni toilet training. Sebaiknya memang anak sudah lulus toilet training saat masuk TK. Paling tidak, anak mau bicara atau menyampaikan kebutuhannya pada guru ketika ia ingin pipis atau buang air besar. Namun, jika memang belum lulus, kita perlu menyampaikannya pada pihak sekolah.

Dengan demikian, guru bisa mengantisipasi jika ada “kecelakaan kecil” saat anak pipis atau buang air besar. ¦ Kesiapan kognitif. Untuk mengukur kesiapan kognitif anak, Mama Papa bisa melihatnya dari bagaimana si kecil mampu memahami apa yang dikatakan orang lain dan berkomunikasi secara verbal dengan bahasa yang dipahami orang lain. Artinya, saat anak mengatakan sesuatu, orang lain bisa mengerti dan menangkap maksudnya. Begitu pula dengan kemampuan berkomunikasi secara verbal, sehingga anak dapat segera menyampaikan apa yang ia butuhkan kepada guru.

Kemampuan berbahasa itu penting, sebab anak diharapkan dapat mengikuti ragam aturan dan instruksi yang diberikan guru. Lebih lanjut, anak yang mampu berkomunikasi dengan lancar juga akan memudahkannya menyerap informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh guru. Mulai dari doa harian, lagu-lagu, pengenalan huruf dan angka, dan sebagainya.

Anak juga bisa menceritakan apa saja yang ia alami dan rasakan, meski belum runtut benar. Dengan kata lain, anak harus punya kosakata yang cukup untuk anak seusianya. Selain itu, kita perlu memerhatikan kemampuan anak mempertahankan fokus atau atensi saat mengerjakan sesuatu. Umumnya, anak 4 tahun bisa bertahan fokus sekitar 7-8 menit pada aktivitas yang menarik baginya atau maksimal 15 menit pada aktivitas baru.

Sumber : https://ausbildung.co.id/