Categories
Parenting

Menjawab Tantangan Generasi Net Bag2

Dengan demikian, aplikasi yang disediakan pun sebenar nya disesuaikan dengan kebutuhan dan kepenting an orangorang di usia tersebut, bukan untuk anak-anak di usia lebih muda. Ini pula yang sering menjadi alasan mengapa anak-anak menjadi salah mempersepsi atau bahkan berkonfl ik di sosial media.”

Baca juga : kerja di Jerman

Della juga meminta orangtua memahami parenting yang efektif itu bukanlah dengan mengambil tindakan ekstrem “anti-gadget” melainkan meng ajak anak memahami manfaat positif gadget dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, orangtua sejatinya tidak lagi berada dalam fase berdebat mengenai keburukan-keburukan generasi ini dan menyesal ketika mereka tidak memiliki karakteristik yang sama dengan generasi mereka dulu. “Yang perlu diubah adalah cara penyampaian dan bukan esensi atau nilai-nilai kehidupannya.

Mereka perlu memahami secanggih apa pun teknologi yang mereka kuasai, tetap ada hal-hal terkait human nature yang perlu dikelola, seperti budi baik, sopan santun, intrapersonal (memanusiakan manusia), dan kebersamaan. Jangan memutus hubung an mereka dengan gadget, namun perlengkapi dengan keahlian dan keterampilan kehidupan lain agar mereka lebih siap menghadapi persoalan di dunia,” saran Della. KURANGI WAKTU PEMAKAIAN GADGET Langkah apa lagi yang perlu dilakukan orangtua? Seperti yang dilakukan Papa Bayu di atas, kita memang perlu mengontrol pembatasan pemakaian gadget dan internet. Rama pun setuju akan hal ini. “Orangtua tak akan bisa melarang. Percaya deh. Cara paling bijak menurut saya adalah dengan memantau dan membatasi akses, dan tentu saja ikut memberi contoh.

Misal, kalau sudah waktunya belajar, ya belajar, mama dan papanya enggak boleh juga pegang gadget, ya. Oh ya, saat mengakses gadget, coba deh arahkan ke konten yang mendidik. Berikan juga ketegasan kepada mereka, misalnya hanya satu hari dua jam saja, selebihnya mama papanya mengajak main buah hatinya ke luar rumah atau bermain dengan teman. Boleh juga manfaatkan media bacaan bergambar, karena umumnya anakanak tertarik dengan visual.” Memang, terkadang keinginan untuk membatasi akses ke internet tidak berhasil, namun Della berpendapat bahwa kegagal an ini wajar dan pasti di alami.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *